Rabu, 05 Oktober 2016

IKLAN YANG TIDAK BERETIKA

IKLAN YANG TIDAK BERETIKA
pendahuluan
Akhir - akhir ini perkembangan iklan begitu pesat dan marak bermunculan baik itu dalam media cetak, elektronik, media online maupun media luar ruang. Jenis iklan bermacam - macam bisa berupa iklan produk komersial maupun layanan masyarakat. Iklan memiliki pesan komunikasi yang mudah diingat dan dipahami oleh setiap orang yang membaca, melihat dan mendengarnya. Pesan yang terdapat dalam iklan secara mental tersimpan dalam memori atau benak setiap orang dengan hanya melihat visualisasinya atau memdegar tagline yang terdapat pada iklan tersebut. Visual atau tagline merupakan suatu kesatuan yang berkesinambungan pada sebuah iklan, karena dalam visual dan tagline terkandung unsur pesan yang dirancang sedemikian rupa supaya menarik dan mudah diingat. Pesan yang dirancang untuk sebuah iklan harus mencerminkan produk itu sendiri. Pilihan target sasaran yang akan dicapai, visual dan taglinenya memunculkan suatu karakter iklan secara utuh dan berkesinambungan sehingga pesan tersebut mudah dipahami oleh masyarakat.
Hal yang menjadi sorotam masalah iklan adalah sejauh mana komitmen moral atau etika bisnis yang dimiliki perusahaan dalam mempertanggungjawabkan mater atau isi pesan yang disampaikan kepada masyarakat. Hal ini sangat penting mengingat produk dipasaran sangat banyak jumlahnya dan pengetahuan konsumen tentang produk lebih banyak didapat dan informasi produsen. Etika bisnis dalam mengkampanyekan produk kepada khalyak sasaran memang penting dipahami oleh pihak produsen. Hal ini agar masyarakat tidak meras tertipi oleh sajian iklan yang menakjubkan yaitu khalayak mendapat informasi yang sebenarnya dari produk yang diiklankan.

TEORI:
Dalam dunia bisnis, media iklan sering digunakan para produsen untuk memasarkan produknya. Pengertian dari iklan sendiri adalah “semua bentuk aktivitas untuk menghadirkan dan mempromosikan ide, barang, dan jasa secara non personal yang dibiayai oleh sponsor tertentu. Salah satu media iklan yang umum digunakan oleh produsen dalam memasarkan produknya adalah melalui sosial media, contohnya twitter, facebook, instagram, dan lain-lain. Media iklan di sosial media dipilih karena merupakan salah satu media iklan yang paling efektif dalam menyampaikan pesan kepada konsumen potensial. Namun sayangnya, saat ini tidak semua iklan di media tersebut dapat dikatakan baik. Ada beberapa iklan di media tersebut yang kurang baik, sebab iklan tersebut kurang memikirkan unsur etika dalam menyampaikan pesan produk tersebut.

GAMBAR KASUS:

Salah satu iklan yang bisa dikatakan tidak beretika adalah iklan operator selular Indos*t yang secara terang-terangan menghina kota Bekasi. Dalam iklannya Indos*t menyebutkan “Liburan ke Aussie lebih mudah dibanding ke Bekasi”. Dalam iklan tersebut digambarkan ada satu orang wanita dan satu orang laki-laki yang hendak berlibur dengan latar belakang gedung opera yang berada di kota Sydney, Australia. dan ada harga paket internet murah yang dapat digunakan di Negara Australia bila menggunakan Indos*t. Tentu iklan tersebut membuat marah warga Bekasi. Bahkan budayawan Bekasi, Komarudin Ibnu Mikam memastikan Indos*t sudah melanggar etika, Indos*t juga dianggap sudah melecehkan pemerintah daerah, dan menjatuhkan harga diri masyarakat Bekasi.

ANALISIS:
Menurut saya seharusnya pihak Indos*t harus memperhatikan bagian promosinya. Walaupun pihak Indosat sudah meminta maaf kepada warga Bekasi dan mengaku ada kekhilafan didalam tim promosi. Namun, sebuah iklan atau promosi yang terbit harusnya melalui proses dan perencanaan yang matang sehingga tidak ada lagi iklan yang menyinggung pihak manapun dan tidak mengandung SARA.
Sumber :

Tidak ada komentar :

Posting Komentar